Cerpen Ku
“Dedi
Prans”
Aku menulis ini untuk memberitau kalian bahwa dia  adalah guru yang paling baik dan paling sabar di skolah ku, namanya Pak Supran atau kami biasa memangilnya dedi prans hahaahha lucu sekali terkadang aku mengigat guru yang satu ini.  saat kelas ku kebetualan sedang malas untuk blajar pelajaran dedi prans, Axel berbicara pada dedi prans “ pak, hari ini ngk usah bljar aja yah pak, lagi males mau blajar nih pak, mending kita nonton filem Spring Breakers aja pak! Hehhehe” Tanya axel ke dedi supran “ehhhh, jangan gitulah.. nanti ngk enak diliat kelas lain dan guru guru yang lewat..” jawab pak supran ” ihhiihhh, bapak nih ngk apa lah pak” sahut Kami semua yang brada di kelas “ ehhh, jangan gitu lah, sekarang buka BAB 5” kata pak Supran sambil melihat buku Paket nya, bukan nya kami memperhatikan pak Supran, kami semua malah sibuk dengan urusan kami masing masing, ada yang tidur, ada yang mengbrol, bahkan ada yang keluar tanpa ijin nya untuk bermain diluar dan kekantin, dia melihat kami yang tidak memperhatikan nya dia hanya tersenyum dan melanjutkan menulis dipapan tulis sambil menjelaskan walau pun tidak ada yang mendengarkan dan memperhatikannya, dan bahkan  terkadang murit yang ada dikelas ku hanya lah 10 orang bahkan pernah sampai 2 orang saja yang ada dikelas pada saat dia mengajar, lalu pak supran bertanya pada murit yang berada dikelas “ lohh, kenapa cuman dua orang aja nih, mana yang lain nya” dewa pun menjawab “ munkin pada sholat pak” “oh, ya sudalah” jawab pak Supran. Setelah 20 menit, murit bertambah 10 orang sehingga murit dikelas ada 12 orang saja, bukannya memperhatikannya mengajar kami malah bermain kartu remi dan berteriak dan tertawa karna sangking senang nya kalau aden kalah permain 41 dan dia harus diberikan hukaman yaitu kami menclemoti dia dengan bedak. Pak supran meliahat nya bukan nya marah malah pak supran hanya tersenyum manis dan berkata “ ehhh, sudah ngk usah main kartulah” kami tidak menghirau kan nya, dan kami melanjutkan bermain dan semakin ribut. Teeeeeeeennnnnnnggggg tennnnnnnngggggg bell istirahat pun berbunyi, Pak Supran langsung pergi sambil mengucapkan salam dengan pelan dan pergi sebelum kami membalas salamnya, aku tak sengaja melihat wajah pak supran saat dia pergi meningalkan kelas, wajahnya sangat sedih dan matanya merah seraya ingin mengeluarkan air matanya pada saat itu aku merasa sangat sadih dan marah pada diriku sendiri karna aku tidak pernah mendengarkan dan memperhatikannya, padahal pak supran adalah guru Matematika paling pintar di sekolah kami.
pada saat ulangan mereka marah pada pak Supran karna mereka tidak bisa mengerjakan soal, dipikaran mereka bahwa itu semua salahnya pak supran. Pada hal kalau dipikir-pikir pak supran tidak pernah absen dan slalu menjelaskan hanya masalah nya kami tidak mau mendengarkan dan memperhatikan guru mulia itu, sekarang Pertanyaan nya siapa kah yang bersalah untuk itu semua? Apakah Pak Supran atau kita semua ?

SekiaN

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS